Jumat, 07 November 2014

Perusahaan Yang Melanggar Etika Bisnis

Setelah mendaftarkan gugatannya ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), kubu Indovision bersedia membeberkan lima perusahaan yang digugatnya itu. Lima perusahaan itu adalah :
  1      Astro All Asia Network, Plc.
  2     PT Direct Vision.
  3     PT Broadband Multimedia, Tbk (Kabelvision).
  4     International Global Network, BV.
  5     ESPN Star Sports.

Mereka berstatus sebagai terlapor 1 hingga 5. Kelimanya diduga melanggar UU No 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat pasal 4,7,10,13,16 hingga 21, 24, 25, dan 27. "Tindakan mereka tidak patut dan melanggar etika bisnis. Juga telah terjadi persaingan usaha yang tidak sehat," tegas pengacara PT Matahari Lintas Cakrawala (pengelola Indovision), Juniver Girsang, di Gedung KPPU, Jalan Juanda 36, Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2006). Padahal, Indovision telah menjalin hubungan bisnis dengan StarTV dan ESPN selama 10 tahun. "Tindakan tersebut telah merusak dan mencederai nama baik Indovision di hadapan pelanggan dan masyarakat bisnis. Selain itu juga mengakibatkan investasi kami hilang," kata Juniver. Rugi US$ 1 Miliar Atas perbuatan lima perusahaan tersebut, Indovision mengklaim telah mengalami kerugian sebesar US$ 1 miliar. "Kami meminta agar pihak-pihak tersebut membayar ganti rugi kepada Indovision secara tanggung renteng," katanya. Mengenai porsi ganti rugi yang dibebankan kepada 5 perusahaan tersebut, Indovision menyerahkan sepenuhnya pada KPPU. "Ini kerugian yang pasti dialami dalam arti kebangkrutan Indovision. Soal tanggung renteng, itu urusan KPPU, siapa yang kena porsi lebih besar," kata Juniver. Mengapa menggugat lewat KPPU, tidak ke pengadilan? "Karena ini konteksnya persaingan usaha, monopoli. Jadi kami laporkan ke KPPU secara pidana dan perdata," demikian Juniver.


Sumber : http://news.detik.com/read/2006/05/02/155648/586732/10/inilah-5-perusahaan-yang-digugat-indovision-di-kppu

Sabtu, 31 Mei 2014

Analisis Artikel

Bahasa Indonesia 4

1. Topik               : Perancangan sistem informasi manajemen sumber daya manusia pada PT Capella Patria Utama Palembang
Tujuan                 : Untuk menganalisis dan merancang sistem informasi manajemen sumber daya manusia pada PT Capella Patria Utama Palembang

2. Pendapat         : Saya berpendapat bahwa tulisan dalam jurnal ini berbentuk eksposisi
karena dalam teks tersebut berisi informasi tentang sistem informasi manajemen sumber daya manusia yang diharapkan memberikan kemudahaan bagi para tingkat manejemen untuk mengambil keputusan dengan cepat dan juga dapat membantu memantau kinerja dari setiap karyawan.

3.  
5 kalimat dengan formula : 
     1.      S1+P1(+O/Pel)(+Ket)
     2.      S1+P1+ konjungsi+S2+P2
     3.      S1 + P1
     4.      Cari dan temukan kalimat yang mempunyai: Hubungan koordinatif, Hubungan korelatif, Hubungan subordinat
-     Laporan kinerja karyawan tidak dapat dinilai secara akurat dan lambat.
Penjelasan :
dan = konjungsi koordinatif penanda hubungan penambahan
-    Diperlukannya pelatihan dalam menjalankan aplikasi yang baru untuk melancarkan kegiatan pada PT Capella Patria Utama Palembang khususnya para pengguna yang terlibat langsung dengan sistem.
Penjelasan :

untuk =konjungsi subordinatif tujuanyang= konjungsi subordinatif atributif   

Senin, 21 April 2014

SOAL TES POTENSI AKADEMIK (ANALOGI, SINONIM, ANTONIM, LOGIKA)

I.                    ANALOGI

1.       AYAM : TELUR =
a.       Tanaman : Bunga
b.      Bekerja : Upah
c.       Sapi : Susu
d.      Kambing : Daging
e.      Berudu : Katak
Penjelasan: Ayam menghasilkan telur, seperti sapi menhasilkan susu.

2.       KALKULATOR : CHIP =
a.      Kepala : Otak
b.      Mobil : Sopir
c.       Merah : Putih
d.      Perpustakaan : Siswa
e.      Terang : Gelap
Penjelasan: Kalkulator tidak akan bisa bekerja (operasi hitung) tanpa adanya chip, seperti
kepala tidak akan bisa berpikir bila tidak ada otak.

3.       PISAU CUKUR : JENGGOT =
a.       Dompet : Uang
b.      Meja : Makan
c.       Sikat : Gigi
d.      Sampah : Bak
e.      Lemari : Pakaian
Penjelasan: Alat yang dipakai untuk merapikan jenggot adalah pisau cukur, sedang alat yang dipakai untuk membersihkan gigi adalah sikat gigi.

4.       HAUS : MINUM =
a.       Terbang : Berjalan
b.      Makanan : Kalori
c.       Polisi : Pencuri
d.      Mengantuk : Tidur
e.      Pelanggaran : Hukuman
Penjelasan: Orang yang merasa haus biasanya minum, begitu juga dengan orang yang mengantuk biasanya tidur.

5.       SIKU : TANGAN =
a.      Lutut : Kaki
b.      Rambut : Kepala
c.       Kaki : Tangan
d.      Lutut : Siku
e.      Kulit : Daging
Penjelasan: Tangan tidak bisa ditekukan tanpa adanya siku, seperti kaki tidak bisa ditekuk apabila tidak ada lutut.

II.                  SINONIM

1.       BISA =
a.       Dapat
b.      Racun
c.       Mau
d.      Hendak
e.      Akan
Penjelasan: 1 zat racun yang dapat menyebabkan luka; 2 dapat; boleh; mungkin.

2.       RELATIF =
a.       Ragu – ragu
b.      Mengambang
c.       Tidak pasti
d.      Statis
e.      Pasti
Penjelasan: 1 tidak mutlak (pasti); 2 nisbi.

3.       SINYALIR =
a.       Praduga
b.      Waspada
c.       Pemberitahuan
d.      Pertanda
e.       Peringatan
Penjelasan: 1 memperingatkan (memberitahukan dsb) supaya memperhatikan atau berawas-awas (terhadap kepada).

4.       SISI =
a.      Samping
b.      Pinggir
c.       Bersebelahan
d.      Muka
e.      Dalam
Penjelasan: 1 (arah,tepi) sebelah kanan atau kiri suatu benda; 2 samping; 3 rusak.

5.       FANTASI =
a.       Kenyataan
b.      Angan – angan
c.       Realita
d.      Faktual
e.      Idaman
Penjelasan: 1 gambar (bayangan) rekaan dalam angan-angan; 2 khayal.

III.                ANTONIM

1.       TUBA ><
a.       Racun
b.      Upas
c.       Madu
d.      Pahit
e.      Bisa
Penjelasan: Racun, seperti ‘air susu dibalas air tuba’ sesuatu perbuatan yang baik dibalas dengan kejahatan. Madu menggambarkan hal-hal yang manis atau baik.

2.       PIMPINAN ><
a.       Opas
b.      Divisi
c.       Tentara
d.      Pesuruh
e.      Prajurit
Penjelasan: 1 perbuatan (hal, cara dsb) meimpin; 2 bimbingan; 3 tuntutan.

3.       TRADISIONAL ><
a.       Pluralis
b.      Kolot
c.       Konservatif
d.      Sekuler
e.       Modernisasi
Penjelasan: 1 bersifat turun-temurun (tentang pandangan hidup; kepercayaan; kesenian; tarian; upacara dsb); 2 menurut adat; 3 upacara (menurut) adat.

4.       PRAKTEK ><
a.       Percobaan
b.      Berdasarkan teori
c.       Uji laboratorium
d.      Teoritis
e.      Pengalaman
Penjelasan: 1 cara melakukan apa yang tersebut dalam teori; 2 menjalankan pekerjaan (tentang dokter, pengacara dsb); 3 pelaksanaan; perbuatan melakukan teori (keyakinan dsb).

5.       KEKAL ><
a.      Fana
b.      Baka
c.       Abadi
d.      Kyayal
e.      Nyata
Penjelasan: Tetap selama-lamanya.

IV.                LOGIKA

1.       Jika semua M adalah P, dan semua S adalah M, maka:
a.       Semua P adalah S
b.      Semua S adalah P
c.       Tidak semua S adalah P
d.      Tidak semua P adalah S
e.      Sebagian S adalah P

2.       Apabila semua P adalah M, dan sebagian S tidaklah M, maka:
a.       Tak satupun S adalah P
b.      Tak satupun P adalah S
c.       Sebagian P tidaklah S
d.      Sebagian S tidaklah P
e.      Sebagian P adalah S

3.       Jika sebagian M tidaklah P dan semua M adalah S, maka:
a.      Sebagian S tidaklah P
b.      Sebagian P tidaklah S
c.       Semua S adalah P
d.      Semua P adalah S
e.      Tidak satupun S adalah P

4.       Jika semua P adalah M dan semua M adalah S, maka:
a.       Semua P adalah S
b.      Semua S adalah P
c.       Sebagian S adalah P
d.      Sebagian P adalah S
e.      Sebagian P tidaklah S

5.       Jika semua P adalah M dan tidak satupun S adalah M, maka:
a.       Tidak ada sebagian P yang S
b.      Tidak semua S adalah P
c.       Tidak semua P adalah S
d.      Tidak satupun P adalah S
e.      Tidak satupun S adalah P


sumber ; Sunartyo, Nano.2008. Latihan Pengkayaan dan Pemantapan Psikotes & TPA, Cetakan pertama, Penerbit DIVA Press, Jogjakarta.

Senin, 24 Maret 2014

Manfaat Kajian Ilmu Manajemen



Ilmu Ekonomi tidak lagi asing di telinga kita semua, Ilmu Ekonomi sudah dipelajari dan diterapkan sejak jaman dahulu untuk berdagang, mengatur sebuah pemerintahan dan lain-lain. Dengan mempelajari ilmu ekonomi, membuat manusia lebih mahir dan menguasai cara memanfaatkan ekonomi yang baik dan benar sehingga bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Tujuan utamanya adalah agar masalah ekonomi yang terjadi di sekitar kita dapat segera teratasi.

Ilmu Manajemen adalah salah satu Ilmu Ekonomi yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Ilmu Manajemen, kita diajarkan cara untuk mengatur segala sesuatu khususnya dalam bidang Ekonomi. Kajian Ilmu Manajemen terdapat diantaranya penjualan, promosi, keuangan, forecasting, teori antrian dsb. yang dapat kita rasakan manfaatnya untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi.

Promosi adalah suatu usaha dari pemasar dalam menginformasikan dan mempengaruhi orang atau pihak lain sehingga tertarik untuk melakukan transaksi atau pertukaran produk barang atau jasa yang dipasarkannya. Manfaatnya antara lain :
1.       Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial,
2.       Untuk mendapatkan kenaikan penjualan dan profit,
3.       Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan,
4.       Untuk menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar,
5.       Membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing,
6.       Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan.

Forecasting adalah meramalkan, memproyeksikan, atau mengadakan perkiraan/taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rencana yang lebih pasti dapat dilakukan. Dalam ilmu manajemen, forecasting sering digunakan untuk meramalkan penjualan dimasa yang mendatang. Dalam forecasting juga terdapat beberapa teknik-teknik peramalan yang dapat diterapkan antara lain :
1.       Rata-rata bergerak (Moving average)
2.       Rata-rata bergerak tertimbang (Weighted moving average)
3.       Exponential smoothing

Teori antrian pertama kali dikemukakan oleh A.K. Erlang, yang menggambarkan model antrian untuk menentukan jumlah optimal dari fasilitas telepon switching yang digunakan untuk melayani permintaan yang ada. Dalam ilmu manajemen, teori antrian biasa digunakan untuk membuat suatu sistem yang disebut sistem antrian. Sistem antrian adalah suatu himpunan pelanggan, pelayan ( server ) serta suatu aturan yang mengatur kedatangan pelanggan dan pemrosesan masalah pelayanan antrian, dimana dicirikan oleh lima buah komponen yaitu: pola kedatangan para pelanggan, pola pelayanan, jumlah pelayan, kapasitas fasilitas untuk menampung para pelanggan dan aturan dimana para pelanggan dilayani.

Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan. Dalam ilmu manajemen keuangan kita diajarkan untuk mengatur, mengelola, menyimpan bahkan mengendalikan keuangan. Bagi seorang manajer, ilmu ini sangat penting karena manajer keuangan dapat mengetahui bagaimana mengelola segala unsur dan segi keuangan. Keuangan itu sendiri adalah salah satu fungsi penting dalam mencapai tujuan perusahaan. Ilmu ini tidak hanya berguna bagi seorang manajer tapi sebagai makhluk ekonomi, kita juga perlu menerapkan ilmu keuangan ini.

Pada Umumnya, kebanyakan orang beranggapan bahwa pemasaran itu berarti penjualan atau periklanan. Hal tersebut memang bagian dari pemasaran, namun sebenarnya pemasaran jauh lebih dari sekedar penjualan atau periklanan. Pemasaran dalam arti luas merupakan suatu proses sosial mengarahkan aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen dalam memenuhi kebutuhan permintaan dan penawaran yang efektif dan mencapai tujuan dari masyarakat. Pemasaran yang efektif berarti mendistribusikan barang dan jasa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen. Ini berarti menyediakan produk untuk konsumen pada waktu yang tepat di tempat yang tepat dengan harga yang mereka inginkan. Atau dapat diartikan membuat konsumen puas setelah membeli dan membuat mereka membeli kembali dimasa yang akan datang. Salah satu alasan penting belajar pemasaran adalah karena pemasaran mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan kita sehari-hari. Beberapa kursus mungkin sangat menarik untuk anda ketika anda memutuskan untuk mengikutinya namun kemudian tidak relevan lagi dalam dunia nyata. Namun tidak demikian halnya dengan pemasaran, anda akan menggunakannya di sepanjang hidup anda.

Dari beberapa kajian ilmu manajemen yang dibahas diatas, penulis menarik kesimpulan bahwa ilmu tersebut sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Manusia pada dasarnya adalah sebagai makhluk ekonomi dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Terlepas dari itu, ilmu ekonomi juga sangat bermanfaat untuk membangun pertumbuhan ekonomi bangsa yang tujuannya untuk mensejahterakan keseluruhan rakyat bangsa itu sendiri. Semoga pembahasan tentang “Manfaat Kajian Ilmu Manajemen” ini akan benar-benar bermanfaat bagi hidup anda.

Daftar Pustaka

Manfaat Mempelajari Ilmu Ekonomi, http://portalpbj.blogspot.com/2013/08/manfaat-mempelajari-ilmu-ekonomi.html#ixzz2wybIL27X (diakses Maret 2014)
 Godam64. 2008. Definisi/Pengertian Promosi, Fungsi/Tujuan & Bauran Promosi / Promotional Mix Produk, http://www.organisasi.org/1970/01/definisi-pengertian-promosi-fungsi-tujuan-bauran-promosi-promotional-mix-produk.html (diakses Maret 2014)
 Arilaha, Asril. 2011. Forecasting (Peramalan), http://asril-arilaha.blogspot.com/2011/09/forecasting-peramalan.html Obudbuddy. 2012. Teori Antrian, http://diseuhahdalada.wordpress.com/2012/08/10/teori-antrian/Purimay, Merryta. 2011. Mengapa Kita Perlu Mempelajari Manajemen Keuangan, http://merrytapurimay.wordpress.com/2011/12/09/mengapa-kita-perlu-mempelajari-manajemen-keuangan/ Management. 2010. Belajar Manajemen, http://belajar-management.blogspot.com/2010/01/arti-penting-pemasaran-untuk-konsumen.html

Rabu, 06 November 2013

perilaku konsumen



RUMUSAN MASALAH
1.      Pengertian perilaku konsumen
2.      Tipe Pengambilan Keputusan
3.      Sifat dari perilaku konsumen
4.      Faktor yang mempengaruhi Perilaku Konsumen
5.      Manfaat Perilaku Konsumen
6.      Perbedaan Konsumen Menurut Tujuan Pembeliannya
7.      Lima Peranan yang secara umum terlibat dalam Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Barang atau Jasa
8.      Contoh Perilaku pembelian barang Fashion



PEMBAHASAN

       I.            APA ITU PERILAKU KONSUMEN
Pengertian Perilaku Konsumen menurut para Ahli
·         Menurut Engel, Blackwell dan Miniard, perilaku konsumen diartikan “…. Those actions directly involved in obtaining, consuming, and disposing of products and services, including the decision processes that precede and follow this action” (p.3).
Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut.
·         Menurut Loudon dan Bitta Mencakup proses pengambilan keputusan dan kegiatan yang dilakukan konsumen secara fisik dalam pengevaluasian, perolehan, penggunaan dan mendapatkan barang atau jasa.
·         Menurut Hawkins, Best dan Coney Merupakan studi tentang bagaimana individu, kelompok atau organisasi melakukan proses pemilihan, pengamanan, penggunaan dan penghentian produk, jasa, pengalaman atau ide untuk memuaskan kebutuhannya terhadap konsumen dan masyarakat.
·         Menurut Schiffman dan Kanuk Merupakan studi yang mengkaji bagaimana individu membuat keputusan membelanjakan sumber daya yang tersedia dan dimiliki (waktu, uang dan usaha) untuk mendapatkan barang atau jasa yang akan dikonsumsi.




    II.            TIPE-TIPE PERILAKU PEMBELIAN
Menurut Wilkie, tipe perilaku konsumen dalam melakukan pembelian dikelompokkan menjadi empat berdasarkan tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat keterlibatan diferensiasi merek, yang dijelaskan sebagai berikut :
a.      Budget Allocation (Pengalokasian budget)
Pilihan konsumen terhadap suatu barang dipengaruhi oleh cara bagaimana membelanjakan atau menyimpan dana yang tersedia, kapan waktu yang tepat untuk membelanjakan uang dan apakah perlu melakukan pinjaman untuk melakukan pembelian.
b.      Product Purchase or Not (Membeli produk atau tidak)
Perilaku pembelian yang menggambarkan pilihan yang dibuat oleh konsumen, berkenaan dengan tiap kategori produk atau jasa itu sendiri.
c.       Store Patronage (Pemilihan tempat untuk mendapatkan produk)
Perilaku pembelian berdasarkan pilihan konsumen, berdasarkan tempat atau di mana konsumen akan melaksanakan pembelian produk atau jasa tersebut. Misalnya, apakah lokasi bakery menjadi salah satu faktor yang menentukan konsumen dalam melakukan proses pembelian.
d.      Brand and Style Decision (Keputusan atas merek dan gaya)
Pilihan konsumen untuk memutuskan secara terperinci mengenai produk apa yang sebenarnya ingin dibeli.

 III.            SIFAT DARI PERILAKU KONSUMEN
1.      Perilaku Konsumen Dinamis
Perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan. Sifat yang dinamis demikian menyebabkan pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit. Suatu strategi dapat berhasil pada suatu saat dan tempat tertentu tapi gagal pada saat dan tempat lain. Karena itu suatu perusahaan harus senantiasa melakukan inovasi-inovasi secara berkala untuk meraih
konsumennya.
2.      Interaksi Perilaku Konsumen
Dalam perilaku konsumen terdapat interaksi antara pemikiran, perasaan, dan tindakan manusia, serta lingkungan. Semakin dalam suatu perusahaan memahami bagaimana interaksi tersebut mempengaruhi konsumen semakin baik perusahaan tersebut dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen serta memberikan value atau nilai bagi konsumen.
3.      Perilaku Konsumen Pertukaran
Perilaku konsumen melibatkan pertukaran antara manusia. Dalam kata lain seseorang memberikan sesuatu untuk orang lain dan menerima sesuatu sebagai gantinya.

 IV.            FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN
1.      Faktor Sosial
a. Grup
Sikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak grup-grup kecil. Kelompok dimana orang tersebut berada yang mempunyai pengaruh langsung disebut membership group. Membership group terdiri dari dua, meliputi primary groups (keluarga, teman, tetangga, dan rekan kerja) dan secondary groups yang lebih formal dan memiliki interaksi rutin yang sedikit (kelompok keagamaan, perkumpulan profesional dan serikat dagang). (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp. 203-204).
b. Pengaruh Keluarga
Keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perilaku pembelian. Para pelaku pasar telah memeriksa peran dan pengaruh suami, istri, dan anak dalam pembelian produk dan servis yang berbeda. Anak-anak sebagai contoh, memberikan pengaruh yang besar dalam keputusan yang melibatkan restoran fast food. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.204).
c. Peran dan Status
Seseorang memiliki beberapa kelompok seperti keluarga, perkumpulan-perkumpulan, organisasi. Sebuah role terdiri dari aktivitas yang diharapkan pada seseorang untuk dilakukan sesuai dengan orang-orang di sekitarnya. Tiap peran membawa sebuah status yang merefleksikan penghargaan umum yang diberikan oleh masyarakat (Kotler, Amstrong, 2006, p.135).

2.      Faktor Personal
a. Situasi Ekonomi
Keadaan ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan produk, contohnya rolex diposisikan konsumen kelas atas sedangkan timex dimaksudkan untuk konsumen menengah. Situasi ekonomi seseorang amat sangat mempengaruhi pemilihan produk dan keputusan pembelian pada suatu produk tertentu (Kotler, Amstrong, 2006, p.137).
b. Gaya Hidup

Pola kehidupan seseorang yang diekspresikan dalam aktivitas, ketertarikan, dan opini orang tersebut. Orang-orang yang datang dari kebudayaan, kelas sosial, dan pekerjaan yang sama mungkin saja mempunyai gaya hidup yang berbeda (Kotler, Amstrong, 2006, p.138)
c. Kepribadian dan Konsep Diri
Personality adalah karakteristik unik dari psikologi yang memimpin kepada kestabilan dan respon terus menerus terhadap lingkungan orang itu sendiri, contohnya orang yang percaya diri, dominan, suka bersosialisasi, otonomi, defensif, mudah beradaptasi, agresif (Kotler, Amstrong, 2006, p.140). Tiap orang memiliki gambaran diri yang kompleks, dan perilaku seseorang cenderung konsisten dengan konsep diri tersebut (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.212).
d. Umur dan Siklus Hidup
Orang-orang merubah barang dan jasa yang dibeli seiring dengan siklus kehidupannya. Rasa makanan, baju-baju, perabot, dan rekreasi seringkali berhubungan dengan umur, membeli juga dibentuk oleh family life cycle. Faktor-faktor penting yang berhubungan dengan umur sering diperhatikan oleh para pelaku pasar. Ini mungkin dikarenakan oleh perbedaan yang besar dalam umur antara orang-orang yang menentukan strategi marketing dan orang-orang yang membeli produk atau servis. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp.205-206)
e. Pekerjaan
Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibeli. Contohnya, pekerja konstruksi sering membeli makan siang dari catering yang datang ke tempat kerja. Bisnis eksekutif, membeli makan siang dari full service restoran, sedangkan pekerja kantor membawa makan siangnya dari rumah atau membeli dari restoran cepat saji terdekat (Kotler, Bowen,Makens, 2003, p. 207)

3.      Faktor Psikologi
a. Motivasi
Kebutuhan yang mendesak untuk mengarahkan seseorang untuk mencari kepuasan dari kebutuhan. Berdasarkan teori Maslow, seseorang dikendalikan oleh suatu kebutuhan pada suatu waktu. Kebutuhan manusia diatur menurut sebuah hierarki, dari yang paling mendesak sampai paling tidak mendesak (kebutuhan psikologikal, keamanan, sosial, harga diri, pengaktualisasian diri). Ketika kebutuhan yang paling mendesak itu sudah terpuaskan, kebutuhan tersebut berhenti menjadi motivator, dan orang tersebut akan kemudian mencoba untuk memuaskan kebutuhan paling penting berikutnya (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.214).
b. Persepsi
Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengorganisasi, dan menerjemahkan informasi untuk membentuk sebuah gambaran yang berarti dari dunia. Orang dapat membentuk berbagai macam persepsi yang berbeda dari rangsangan yang sama (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.215).
c. Pembelajaran
Pembelajaran adalah suatu proses, yang selalu berkembang dan berubah sebagai hasil dari informasi terbaru yang diterima (mungkin didapatkan dari membaca, diskusi, observasi, berpikir) atau dari pengalaman sesungguhnya, baik informasi terbaru yang diterima maupun pengalaman pribadi bertindak sebagai feedback bagi individu dan menyediakan dasar bagi perilaku masa depan dalam situasi yang sama (Schiffman, Kanuk, 2004, p.207).
d. Beliefs and Attitude
Beliefs adalah pemikiran deskriptif bahwa seseorang mempercayai sesuatu. Beliefs dapat didasarkan pada pengetahuan asli, opini, dan iman (Kotler, Amstrong, 2006, p.144). Sedangkan attitudes adalah evaluasi, perasaan suka atau tidak suka, dan kecenderungan yang relatif konsisten dari seseorang pada sebuah obyek atau ide (Kotler, Amstrong, 2006, p.145).

4.      Faktor Kebudayaan
Nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari seseorang melalui keluarga dan lembaga penting lainnya (Kotler, Amstrong, 2006, p.129). Penentu paling dasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Culture, mengkompromikan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari seseorang secara terus-menerus dalam sebuah lingkungan. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp.201-202).
a. Subkultur
Sekelompok orang yang berbagi sistem nilai berdasarkan persamaan pengalaman hidup dan keadaan, seperti kebangsaan, agama, dan daerah (Kotler, Amstrong, 2006, p.130). Meskipun konsumen pada negara yang berbeda mempunyai suatu kesamaan, nilai, sikap, dan perilakunya seringkali berbeda secara dramatis. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.202).
b. Kelas Sosial
Pengelompokkan individu berdasarkan kesamaan nilai, minat, dan perilaku. Kelompok sosial tidak hanya ditentukan oleh satu faktor saja misalnya pendapatan, tetapi ditentukan juga oleh pekerjaan, pendidikan, kekayaan, dan lainnya (Kotler, Amstrong, 2006, p.132).

    V.            MANFAAT MEMPELAJARI PERILAKU KONSUMEN
·         Dalam pasar yang semakin intensif  tingkat persaingannya, tuntutan konsumen yang semakin tinggi dan sangat ingin diperlakukan secara khusus, pemahaman akan konsumen begitu tinggi. Untuk itu sangatlah dibutuhkan pengetahuan tentang perilaku konsumen demi memuaskan konsumen dan memenangkan persaingan.
·         Pemahaman terhadap perilaku konsumen sangat bermanfaat untuk kepentingan penyusunan strategi dan bauran pemasaran. Melalui pemahaman terhadap psikografis konsumen dan juga perilaku penggunaan, pemasar dapat melakukan segmentasi berdasarkan variabel tersebut. Berdasarkan sikap konsumen, pemasar dapat menyusun strategi promosi, khususnya iklan secara tepat.
·         Manfaat mempelajari perilaku konsumen bagi perusahaan adalah memungkinkan perusahaan memahami dengan tepat kebutuhan dan keinginan pelanggannya sehingga dapat membantunya untuk memuaskan pelanggan, menerapkan konsep pemasaran dan memperluas legitimasi ke masyarakat (Sheth & Mittal, 2004).

 VI.            PERBEDAAN KONSUMEN MENURUT TUJUAN PEMBELIANNYA
1.      Konsumen akhir (individual) yaitu konsumen yang terdiri atas individu dan rumah tangga yang tujuan pembeliannya adalah untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau untuk dikonsumsi.
2.      Konsumen organisasional yaitu konsumen yang terdiri dari organisasi, pemakai industri, pedagang dan lembaga non-profit yang tujuan pembeliannya adalah untuk memperoleh laba atau kesejahteraan anggotanya.
VII.            LIMA PERANAN YANG SECARA UMUM TERLIBAT DALAM PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN BARANG / JASA
1.      Pemrakarsa (initiator) : Orang yang pertama kali menyarankan ide untuk membeli barang atau jasa.
2.      Pembawa pengaruh (influencer) : Orang yang memiliki pandangan atau nasihat yang mempengaruhi keputusan pembelian.
3.      Pengambilan keputusan (decider) : Orang yang menentukan keputusan pembelian.
4.      Pembeli (buyer) : Orang yang melakukan pembelian secara nyata.
5.      Pemakain (user) : Orang yang mengkonsumsi dan menggunakan barang atau jasa yang dibeli.
VIII.            CONTOH PERILAKU PEMBELIAN BARANG FASHION
Motivasi konsumen membeli suatu produk beragam sifatnya, tidak hanya sebatas guna memuaskan keinginan atau kebutuhan dasarnya saja, tetapi beberapa konsumen ingin mendapatkan identitas tertentu dengan cara memiliki atau memakai suatu produk. Seorang konsumen misalnya dapat membeli beberapa macam koleksi baju, sepatu, dan tas, walaupun kebutuhan dasarnya sebenarnya sudah tercukupi. Setelah ia melihat selebriti atau atlit favoritnya di media memakai produk dengan merek atau disain yang unik, maka seorang konsumen mulai termotivasi membeli produk dengan merek atau disain yang sama.
HA.jpg
SNSD2.jpg