Kamis, 17 Oktober 2013

SEGMENTASI PASAR



I.                   PENGERTIAN SEGMENTASI PASAR

Definisi Segmentasi Pasar menurut para ahli :
Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satu-satuan pasar yang bersifat homogen. Sedangkan definisi yang diberikan oleh Pride & Ferrel (1995) mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.

Dilain pihak, Pride & Ferrel (1995) mendefinisikan segmentasi pasar sebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa. Ada lagi pendapat Swastha & Handoko (1987) yang merumuskan segmentasi pasar adalah suatu tindakan membagi pasar menjadi segmen–segmen pasar tertentu yang dijadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing mix.

Menurut Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.254) pasar terdiri dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama (Kotler, 2005, p.307.

II.                TUJUAN SEGMENTASI PASAR
Secara umum segmentasi mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan posisi kompetisi perusahaan dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen. Selain tujuan utama tersebut terdapat tujuan-tujuan yang lebih sempit seperti, menigkatkan penjualan, memperbaiki pangsa pasar, melakukan komunikasi dan promosi yang lebih baik, dan memperkuat citra. Setidaknya terdapat 5 keuntungan yang dapat diperoleh dengan melakukan segmentasi pasar yaitu:
1.      Mendisain produk-produk yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasar.
Perusahaan menempatkan konsumen di tempat yang utama, dan menyesuaikan produknya untuk memuaskannya (customer satisfaction at a profit).
2.      Menganalisis pasar
Segmentasi pasar membantu eksekutif mendeteksi siap saja yang menyerang pasar produknya.
3.      Menilai peluang (niche)
Setelah menganalisis pasar, perusahaan yang menguasai konsep segmentasi dengan baik akan sampai pada ide untuk menemukan peluang. Peluang ini tidak selalu sesuatu yang besar, tetapi pada masanya akan menjadi besar.
4.      Menguasai posisi yang superior dan kompetitif
Perusahaan yang menguasai segmen dengan baik umumnyaadalah mereka yang paham betul konsumennya. Perusahaan memahami pergeseran-pergeseran yang terjadi di dalam segmennya.
5.      Menentukan strategi komunikasi yang efektif dan efisien. Setelah mengetahui segmen yang dituju, maka perusahaan akan menentukan bagaimana berkomunikasi yang baik dengan segmen yang dituju.
III.             SEGMENTASI PASAR BERDASARKAN JENISNYA
Segmentasi pasar sejatinya dibagi menjadi 3, yaitu segmentasi pasar menurut demografi, psikografi dan pasar relung. Segmentasi pasar digunakan sebelum Anda melakukan riset pasar. Berikut adalah beberapa uraian yang harus Anda pahami. Jenis pertama adalah segmentasi pasar menurut demografi, segmentasi pasar jenis ini merujuk pada data statistic penduduk, termasuk rata-rata umur, pendapatan dan pendidikan, misalnya yang suka nongkrong di kafe adalah mahasiswa atau pekerja muda, laki-laki dan wanita aktif, usia antara 19 – 30 tahun dengan uang saku sekitar Rp 2.000.000 – Rp 3.000.000 sebulan.
Selanjutnya, geografis merupakan penilaian pasar berdasarkan pada wilayah setiap Negara, kawasan, propinsi maupun kota. Untuk psikografi adalah menggunakan demografi untuk menentukan perilaku dan selera segmen tertentu sesuatu populasi, misalnya mahasiswa dengan uang saku sebesar Rp 1 juta- Rp 2 juta lebih suka berbelanja baju dan sepatu di mall daripada di distro. Jenis ketiga adalah pasar relung. Jenis segmentasi pasar ini meliputi populasi yang memiliki kesanaan karakteristik, kebiasaan berbelanja, kepentingan dan lain sebagainya. Misalnya mahasiswa di daerah Semarang suka nongkrong di angkringan sampai berjam-jam, mirip dengan kebiasaan mahasiswa di Jogjakarta.
Jadi, berdasarkan jenisnya segmentasi pasar ini merupakan proses dimana pasar dibagi menjadi para pelanggan yang terdiri atas orang-orang dengan berbagai macam kebutuhan dan karakteristik yang sama yang mengarahkan mereka untuk merespon tawaran produk tertentu dengan cara yang sama.
Manfaat segmentasi pasar juga sangat beragam. Manfaat pertama adalah untuk mengidentifikasi pengembangan produk baru. Dengan segmentasi pasar, Anda bisa menganalisis berbagai segmen pelanggan yang potensial dan untuk menunjukkan minat-minat spesifik yang tidak mampu terpuaskan oleh produk pesaing. Manfaat kedua, yaitu membantu mendesain program-program pemasaran yang paling efektif. Dengan segmentasi pasar, Anda bisa memusatkan perhatian pada suatu golongan tertentu. Hal ini tentu saja akan memudahkan Anda dalam menetapkan harga yang sesuai dengan kondisi ekonomi mereka. Manfaat ketiga adalah emperbaiki alokasi strategi sumber daya pemasaran. Segmentasi-segmentasi yang didefinisikan dengan baik, ketika berpadu dengan produk-produk spesifik akan bertindak sebagai pusat investasi potential untuk bisnis.
IV.             FAKTOR YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN UNTUK MEWUJUDKAN SEGMENTASI PASAR YANG EFEKTIF.
Ada banyak cara untuk mensegmentasi pasar, namun tidak semua segmentasi efektif. Terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan untuk melakukan segmentasi pasar yang efektif. Keempat faktor tersebut adalah:
1.      Dapat Diukur (Measurability)
Informasi mengenai sifat-sifat pembeli yang mencakup ukuran, daya beli dan segmen yang dapat diukur. Misalnya, jumlah segmen masyarakat kaya sebagai calon pembeli mobil yang dijadikan segmen penjualan mobil Toyota Kijang.
2.      Dapat dijangkau (Accessibility)
Segmen pasar dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.
3.      Besarnya cakupan (Substantiality)
Tingkat keluasan segmen pasar dan menjanjikan keuntungan bila dilayani. Suatu segmen sebaiknya merupakan kelompok yang homogen dengan jumlah yang cukup besar, sehingga cukup bernilai jika dilayani dengan program pemasaran yang disesuaikan.
4.      Dapat dilaksanakan
Program yang efektif dapat dirancang untuk menarik dan melayani segmen tersebut. Sebagai misal, walaupun sebuah perusahaan angkutan antar kota mengidentifikasi sepuluh segmen pasar, namun stafnya terlalu sedikit untuk mengembangkan pemasaran terpisah bagi tiap segmen.

V.                PENTINGNYA SEGMENTASI PASAR
Segmentasi diperlukan untuk menentukan fokus dan strategi yang akan diterapkan pada calon pelanggan. Seberapa pentingkah melakukan segmentasi untuk perusahaan? Kenapa bisnis dalam bisnis perlu dilakukan segmentasi berikut ini 3 manfaat vital dari segmentasi bagi jalannya sebuah bisnis.
1.      Segmentasi dapat menghemat cost.
Dengan dipilihnya segmentasi, maka perusahaan akan fokus pada segmentasi tersebut. Hal ini bisa memangkas biaya, energi, dan SDM untuk fokus pada hal tersebut saja. Maka pengeluaran anda bisa lebih hemat jika dibandingkan mereka yang fokusnya masih belum ditentukan.
2.      Segmentasi memudahkan positioning.
Segmentasi dapat menjadi dasar untuk positioning merek. Positioning adalah tindakan merancang penawaran dan citra perusahaan agar mendapatkan tempat khusus dalam pikiran target market.
3.      Segmentasi menambah daya saing anda terhadap kompetitor.
Dengan segmentasi, perusahaan dapat melihat siapa saja pesaingnya. Dan tentu saja dapat melihat letak peluang mereka di pasar. Maka dengan data-data segmentasi, perusahaan bisa dengan mudah menentukan apa yang harus mereka lakukan dengan kompetitor.
Didalam bisnis, bagaiamana cara melakukan segmentasi untuk menggaet target market secara tepat? Berikut adalah beberapa metode pemilihan target pasar yang umum diterapkan di dunia:
1.      Single-Segment Concentration
Dalam metode ini, perusahaan hanya fokus pada satu segmen pasar saja. Kelebihan menggunakan model ini adalah jika perusahaan sudah kuat dalam segmen tersebut, maka para kompetitor tidak mudah untuk mengambil customernya. Namun metode ini juga memiliki kekurangan, yaitu jika segmen tersebut sudah tidak dapat menggunakan produknya, maka perusahaan akan loss karena hanya memiliki satu segmen pasar saja.
2.      Selective Specialization
Metode ini memungkinkan perusahaan memiliki segmen pasar lebih dari satu. Dari beberapa segmen pasar tersebut, ada kemungkinan tidak ada hubungannya sama sekali antara satu dengan yang lain. Maka untuk soal sumber daya, dapat dibagi untuk menangani beberapa segmen tersebut.
3.      Market Specialization
Dengan metode ini, perusahaan hanya fokus untuk menyediakan kebutuhan satu pasar saja. Reputasi dari perusahaan akan terus-menerus naik di pasar tersebut. Dan bukan tidak mungkin, semua produk dari perusahaan akan digunakan oleh semua lapisan dari pasar tersebut.
4.      Product Specialization
Dengan metode ini, perusahaan hanya fokus pada satu produk saja. Dengan mengusung keunggulan produk tersendiri, maka reputasi yang kuat pun bisa didapat. Namun dengan metode ini, perusahaan harus lebih kreatif lagi dengan produknya. Karena kunci suksesnya terletak pada kreatifitas perusahaan untuk menyajikan produknya.
5.      Full Market Coverage
Dengan metode ini, perusahaan menentukan target bahwa dia harus melayani seluruh segmen dengan produk yang dibutuhkan segmen tersebut. Namun untuk metode ini jarang dilakukan mengingat dibutuhkannya sumber daya dan biaya yang tidak sedikit.

VI.             MANFAAT DAN KELEMAHAN SEGMENTASI PASAR.
Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991).
Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:
1.      Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2.      Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3.      Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4.      Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5.      Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.
6.      Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
7.      Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.
8.      Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
9.      Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.
Sekalipun tindakan segmentasi memiliki sederetan keuntungan dan manfaat, namun juga mengandung sejumlah resiko yang sekaligus merupakan kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:
1.      Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
2.      Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
3.      Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
4.      Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa.
Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.


KESIMPULAN
Segmentasi Pasar adalah kegiatan membagi/mengelompokan pasar dengan tujuan utama untuk meningkatkan posisi kompetisi perusahaan dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen. Berdasarkan jenisnya segmentasi pasar dibagi menjadi 3, yaitu segmentasi pasar menurut demografi, psikografi dan pasar relung dan berdasarkan jenis segmentasi tersebut berdasarkan jenisnya segmentasi pasar ini merupakan proses dimana pasar dibagi menjadi para pelanggan yang terdiri atas orang-orang dengan berbagai macam kebutuhan dan karakteristik yang sama yang mengarahkan mereka untuk merespon tawaran produk tertentu dengan cara yang sama.
            Terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan untuk melakukan segmentasi pasar yang efektif yaitu, dapat diukur, dapat dijangkau, besarnya cakupan, dan dapat dilaksanakan. Segmentasi pasar sangat penting dalam kegiatan pemasaran, dan mempunyai 3 manfaat vital dari segmentasi yaitu dapat menghemat cost, memudahkan potationing, dan menambah daya saing terhadap kompetitor. Namun dalam segmentasi pasar banyak terdapat manfaat maupun kelemahan
            Jadi, menurut kelompok kami segmentasi pasar sangat penting dilakukan oleh para produsen agar lebih tepat membidik sasaran konsumen dengan strategi pasar yang tepat pula, walaupun dalam segmentasi pasar terdapat beberapa kelemahan namun segmentasi pasar dapat sangat membantu produsen dalam menjalani bisnis dan lebih mengenal perilaku konsumen atau apa yang diinginkan konsumen. 


DAFTAR PUSTAKA
Kotler, Bowen dan Makens. 2002
Pride & Ferrel. 1995

Sabtu, 12 Oktober 2013

PENDESKRIPSIAN DIRI



Saya adalah putri ke 2 dari pasangan Ibu Fauziah dan Bapak Sapto, nama saya adalah Sri Septi Fajar Utami dan kebanyakan orang memanggil saya “Septi”. Saya lahir di Jakarta, 15 September 1992 dan sekarang saya menjalani kuliah di Universitas Gunadarma Depok semester 5, di pelajaran Bahasa Indonesia saya ditugaskan untuk mendeskripsikan diri dalam tulisan ini, berikut pendeskripsian diri saya, menurut saya.
                Saya mempunyai kepribadian yang sedikit pemalu untuk pertama kali mengenal dan cenderung diam, saya bukanlah orang yang dengan mudah berkomunikasi dengan orang banyak dan banyak karakter, walaupun begitu saya bukan tipe orang yang memilih teman, kalau dilihat teman-teman dekat saya mempunyai karakteristik yang berbeda-beda.
                Saya termasuk orang yang tidak terlalu rajin dan tidak terlalu malas, saya tergolong orang yang “simple” dalam menyikapi suatu masalah yang menurut saya tidak terlalu penting, saya tidak menyukai hal-hal kecil yang dibesar-besarkan, dan saya pun tidak menyukai basa-basi yang terlalu banyak, saya lebih suka jika pembicaraan langsung ke titik permasalahan.
                Saya menyukai acara tv yang menghibur, saya juga suka menonton film atau drama serial, saya menyukai semua genre musik selama itu masih terdengar enak di telinga saya karena saya tidak suka menilai sesuatu secara subjektif, saya lebih suka menilai sesuatu secara umum dengan menghilangkan bias.
                Jika saya harus mendeskripsikan diri saya lebih lanjut maka akan banyak sekali yang akan saya tulis dalam artikel ini, namun pendapat kalian yang mengenal saya lah yang dapat menambah opini tentang pendeskripsian diri saya, cukup sekian tulisan dari saya, terima kasih J

INVESTASI DI PASAR MODAL BERKEMBANG

INVESTASI DI PASAR MODAL BERKEMBANG

Pada era globalisasi saat ini, dimana hambatan-hambatan perekonomian semakin pudar, peralihan arus dana dari pihak yang surplus kepada yang defisit akan semakin cepat dan tanpa hambatan. Pasar Modal sebagai pintu investasi terhadap aliran dana dari pihak yang kelebihan kekayaan (surplus) kepada pihak yang kekurangan dana (defisit) berperan sebagai lembaga perantara keuangan. Investor disini adalah pihak yang surplus dalam kaitannya dengan keuangan.

Siapakah pihak-pihak surplus ini? Dalam kaitannya dalam investasi dan sumber dana yang digunakannya, investor dapat dibagi. Pertama, adalah investor domestik yaitu adalah investor yang berasal dari dalam negeri yang menyusun portofolio asetnya di pasar modal dalam negeri. Kedua adalah investor asing, yaitu investor yang memiliki sejumlah dana dari luar negeri yang menyusun portofolio asetnya pada sejumlah negara yang berbeda.

Investasi asing yang datang ke negara-negara lain sebenarnya memiliki motif klasik yang meliputi, motif mencari bahan mentah atau sumber daya alam, mencari pasar baru dan meminimalkan biaya. Dari motif klasik tersebut kadangkala investor memiliki motif lain yaitu motif mengembangkan teknologi. Investor menyalurkan dananya ke negara lain biasanya tidak hanya membawa satu motif saja tetapi bisa karena beberapa motif sekaligus.

Paling tidak ada empat cara investor dapat masuk ke suatu negara: distressed asset investment, strategic investment, direct investment dan portfolio investment. Distressed asset investment adalah investasi yang dilakukan untuk mendapatkan kepemilikan atau membeli hutang suatu perusahaan dalam kesulitan keuangan. Kedua, strategic investment secara umum investor asing mengakuisisi perusahaan yang memiliki pangsa pasar cukup luas dan berada dalam segmen bisnis serta faktor lokasi yang mendukung strategi ekspansi perusahaan investor. Ketiga yakni investasi langsung (direct investment) biasanya berlangsung pada sektor yang belum begitu berkembang, misalnya pembangunan yang sarat teknologi atau pembangunan di sektor otomotif, biasanya perusahaan. Keempat adalah portofolio investment yaitu investasi dalam surat hutang dan saham di pasar modal.

Portofolio investment inilah yang selama ini menjadi perhatian banyak praktisi di bidang pasar modal. Mengapa demikian? Karena jenis investor ini merupakan yang paling cepat memindahkan eksposurnya di suatu negara jika terjadi gejolak (politik, ekonomi, kurs) yang diintrepretasikan sebagai ketidakpastian. Mereka juga adalah investor yang memiliki pilihan paling luas dibanding ke tiga jenis investor di atas. Sehingga jika ada kejadian tertentu baik secara makro, sekoral ataupun regulasi pemerintah, maka investor ini adalah yang lebih rentan dan sensitif terhadap refleksi atas informasi tersebut. Besarnya nilai investasi asing yang masuk atau keluar, praktis juga akan mempengaruhi pasar secara keseluruhan akibat adanya volume transaksi yang besar.

Peranan modal asing dalam pembangunan negara telah lama diperbincangkan oleh para ahli ekonomi pembangunan. Secara garis besar menurut Chereney dan Carter yaitu pertama, sumber dana eksternal (modal asing) dapat dimanfaatkan oleh emerging country sebagai dasar untuk mempercepat investasi dan pertumbuhan ekonomi. Kedua, pertumbuhan ekonomi yang meningkat perlu diikuti dengan perubahan struktur produksi dan perdagangan. Ketiga, modal asing dapat berperan penting dalam mobilisasi dana maupun transformasi struktural. Keempat, kebutuhan akan modal asing menjadi menurun segera setelah perubahan struktural benar-benar terjadi (meskipun modal asing di masa selanjutnya lebih produktif).

EMERGING MARKET IN EMERGING COUNTRY

Indonesia sempat mengalami kehancuran ekonomi yang selama ini telah dibangun melalui sendi-sendi kebijakan orde baru mulai merangkak kembali menyusun fondasi perekonomiannya. International Financial Corporation (IFC) mengkaitkan klasifikasi bursa saham dengan klasifikasi negara. Jika negara tersebut masih tergolong sebagai negara berkembang, maka pasar di negara tersebut juga dalam tahap berkembang, meskipun bursa sahamnya berfungsi penuh dan diatur secara baik.

Pasar modal berkembang dapat diidentifikasi melalui suatu negara, apakah negara tersebut merupakan negara maju atau tergolong negara berkembang. Indikatornya adalah pendapatan perkapita dari suatu negara, biasanya yang termasuk dalam negara berpenghasilan rendah sampai menengah. Namun karakteristik yang paling mencolok adalah dilihat nilai kapitalisasi pasarnya yaitu banyaknya perusahaan yang tercatat, kumulatif volume perdagangan, keketatan peraturan pasar modal, hingga kecanggihan dan kultur investor domestiknya.

Konsekuensi pasar modal berkembang adalah nilai kapitalisasi pasarnya yang kecil. Ukuran suatu kapitalisasi pasar biasanya dilihat dari rasio perbandingan dengan nilai produk domestik bruto suatu negara. Selain itu konsekuensi lainnya adalah terdapatnya volume transaksi perdagangan yang tipis (thin trading) yang disebabkan oleh ketidaksingkronan perdagangan (non-syncronous trading) di pasar. Perdagangan yang tidak singkron disebabkan oleh banyaknya sekuritas yang teracatat tidak seluruhnya diperdagangkan, artinya terdapat beberapa waktu tertentu dimana suatu sekuritas tidak terjadi transaksi (Hartono, 2003).

Indonesia yang sampai saat ini masih tercatat di IFC masih sebagai negara berkembang dengan iklim investasi terburuk di regional Asia Timur. Walaupun dengan catatan seperti itu, pada kenyataannya kita masih dilirik oleh investor asing. Kenyataannya bahwa terdapat perusahaan-perusahaan nasional dengan notabene berada di sektor strategis negara, ditawar oleh beberapa institusi asing melalui akuisisi saham. Terdapatnya aliran dana masuk sebagai investasi yang pada umumnya merupakan penanaman modal asing seharusnya bisa menjadi pendongkrak perekonomian secara makro.

Alasan utama investor asing memindahkan dananya ke negara berkembang adalah karena negara berkembang memiliki potensi-potensi usaha yang belum tergali seluruhnya, seperti pada motif klasik investasi ke negara lain. Michael Fairbanks dan Stace Lindsay konsultan senior pada Monitor Company mengemukakan tujuan investor asing datang ke negara-negara miskin yaitu biasanya hanya melihat kesempatan untuk menarik sumber daya alam , upah kerja murah dan sebagai sasaran produk atau jasa yang tidak berkualitas bagus.

Namun terdapat alasan lain yang mendampingi motif tersebut, yaitu perbedaan yang mencolok dengan negara maju. Jika kita gunakan pendekatan daur hidup usaha maka negara berkembang masuk dalam kategori bertumbuh (growth) dibanding negara maju yang masuk dalam kategori matang (mature). Artinya bahwa terdapat daya tarik dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi yang tentu saja disertai oleh return yang tinggi pula, karena pertumbuhan ekonomi merupakan indikator agregat dari industri di suatu negara. Misalnya bisnis telekomunikasi selular di Indonesia yang tergarap secara padat baru di Pulau Jawa saja, sedangkan di luar itu masih berpotensi tinggi untuk dijadikan pangsa pasar baru.

PERAN PEMERINTAH DAN INVESTOR DOMESTIK DI PASAR MODAL BERKEMBANG

Mark Mobius praktisi dan ahli di industri investasi internasional mengemukakan bahwa dengan diperkenalkannya investor asing ke pasar tentu saja berfungsi sebagai katalis, yang mendorong investasi lokal. Modal asing yang masuk ke negara tertentu memungkinkan bisnis di negara tersebut untuk tumbuh dengan laju yang lebih cepat dibandingkan jika hanya memobilisasi sumber daya domestik.

Hanya saja arus uang yang berasal dari portofolio investment seringkali dikhawatirkan hanya aliran uang panas dari negara lain. Aliran dana yang sering dikenal sebagai capital fight ini dipandang oleh pemerintah sebagai investasi yang spekulatif, tidak dapat diandalkan dan cenderung sarat akan kegiatan ambil untung (profit taking) di pasar modal. Pada tahap selanjutnya dana seperti ini akan menimbulkan ketidakstabilan ekonomi domestik.

Permasalahannya yang selalu menjadi momok di pasar modal ini sebenarnya telah banyak disuarakan oleh para ekonom, praktisi dan regulatori dalam industri ini. Hanya saja kita hanya seperti mendengar suatu informasi yang masuk dari telinga kiri keluar dari telinga kanan. Permasalahannya adalah untuk membuat kualitas aliran dana investasi tersebut bukan kuantitas aliran dananya. Kualitas investasi adalah jumlah dana yang diinvestasikan secara jangka panjang yang digunakan untuk membangun sektor riil.

Secara sederhana adalah dengan menjaga suatu kestabilan ekonomi makro (misalnya inflasi terkendali, ekonomi bertumbuh, dsb), salah satu cara untuk mewujudkannya yaitu dengan menciptakan suatu sistem pasar yang adil dan kompetitif. Kompetitif dan adil artinya bahwa tidak ada pihak yang diuntungkan secara berlebih akibat adanya informasi yang bias dan sebaliknya. Sebagai contoh adanya pungutan liar yang marak di negara kita yang dilakukan oleh oknum yang terjaring dalam suatu sindikasi tertentu, dengan membayar pungutan tersebut misalnya, perusahaan diperlancar dalam pengurusan perijinan dibanding perusahaan yang tidak melakukan hal itu. Pungutan liar juga mengandung ketidakpastian harga yang tinggi karena tidak terdapat standar yang jelas dan dilakukan secara ilegal. Pungutan liar dapat dikategorikan sebagai biaya akibat beban risiko yang menyebabkan biaya produksi lebih tinggi.

Douglass North mengemukakan biaya transaksi banyak berhubungan dengan kinerja ekonomi keseluruhan, semakin rendah biaya transaksi maka suatu negara akan semakin mengalami pertumbuhan ekonomi yang dapat dipertahankan. Secara spesifik, Gayle P. W. Jackson dalam artikelnya yang berjudul Pemerintahan untuk Pasar Modern mengemukakan bahwa untuk mengurangi ketidakpastian akibat biaya transaksi dapat dilakukan dengan meliputi, sistem kepemilikan yang jelas, penggunakan standar, sumberdaya yang beraneka dan meningkat, regulator yang ketat, memiliki basis data dan menjamin kelancaran penyebaran informasi sehingga terjadi iklim yang kompetitif untuk mengurangi informasi yang asimetris.

Sumber: Mobius on Emerging Market, 1998

Peran pemerintah sebagai fungsi regulator tidaklah cukup karena secanggih dan seketat apapun regulasi bila tidak dilakukan dengan kesadaran (awareness) yang tinggi pastinya akan berjalan setengah-setengah dan berikutnya setiap pelaku akan selalu mencari celah dari regulasi tersebut. Pemerintah layaknya juga harus dapat peran sebagai guarantor yang memberikan jaminan kepada investor baik domestik maupun asing. Jaminan kepastian ekonomi tidak lah cukup, pemerintah entah bagaimana caranya harus bisa memberikan kepastian hukum dan kepastian kondisi politik. Karena dua faktor tersebut juga berkaitan erat dengan faktor kultur sumber daya manusia.

Pernak-pernik utopis yang selama ini dijadikan kampanye secara besar-besaran oleh pemerintah seharusnya mulai benar-benar dijalankan. Harapannya adalah dapat terjadinya efek merembes kebawah (trickle down effect) yaitu dengan merubah kultur, tingkah laku dan perilaku pemerintah yang memberikan sokongan moral ke masyarakat. Tetapi hal ini tidak serta merta dapat berhasil dengan sendirinya, pemerintah juga harus bisa membimbing masyarakat untuk berani menjadi invetor domestik sehingga terjadi suatu gerakan dari bawah ke atas (bottom up).

Pasar modal seperti ini memiliki kecenderungan return tinggi tetapi tinggi pula risikonya. Momentum aliran dana asing selama ini yang menghiasi pasar modal Indonesia sebaiknya juga disambut dengan aliran dana domestik untuk dapat meningkatkan kapitalisasi pasar. Dengan cara seperti itu peran pasar modal sebagai penggerak roda pembangunan dan peningkat kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. Pasar modal tidaklah hanya dikuasai oleh satu atau dua kelompok saja tetapi merupakan sebuah sistem yang terintegrasi untuk bergerak bersama-sama antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat.

Sumber : http://kumpulan-artikel-ekonomi.blogspot.com/2010/06/blog-post.html

Jumat, 14 Juni 2013

Komentarku dan Masyarakat tentang BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat)

Bantuan langsung masyarakat cukup membantu masyarakat yang tidak memiliki penghasilan sama sekali (menganggur) dan juga para lansia yang sudah tidak produktif lagi dan tidak mempunyai penghasilan atau pensiunan. Namun, dengan adanya bantuan langsung sementara masyarakat atau sering juga disebut BLSM ini, seringkali menimbulkan niat jahat dari pihak-pihak yang di amanah kan namun tidak menjalani amanah tersebut atau tidak bertanggung jawab.
Seringkali ditemukan penyelewengan dana BLSM ke tangan-tangan tidak bertanggung jawab sehingga program ini tidak berjalan secara efektif seperti bagaimana seharusnya atau sebagaimana program ini diharapkan membantu masyarakat kecil.
Sebagian masyarakat lebih menginginkan pekerjaan dengan upah yang layak dibandingkan mendapatkan uang dari BLSM yang tidak seberapa untuk mencukupi hidup da juga tidak pasti, mereka lebih senang jika hidupnya pasti dan tidak bergantung pada uang dari BLSM. Namun, sebagian masyarakat juga senang dengan adanya BLSM karena mereka mendapatkan secercah harapan untuk menjalani kehidupan. Akan tetapi mereka juga kebingungan disaat program BLSM tidak efektif, maksudnya disini, masyarakat yang mendapat BLSM tersebut tidak mendapatkan uang setiap bulan seperti apa ang telah dijanjikan namun hanya beberapa bulan saja lalu berhenti.
Dipihak lain, masyarakat banyak yang berfikir bahwa BLSM hanya “senjata” Pemerintah saat kebijakan akan kenaikan BBM agar masyarakat bisa lebih tenang dalam menghadapi kenaikan BBM dan tidak menimbulkan keributan.
Jadi, menurut saya BLSM saat ini kurang efektif untung mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia. Program yang seharusnya berjalan baik dan efektif ini terasa sia-sia ketika melihat kenyataan yang ada karena terlihat seperti hanya menutupi keburukan Pemerintah dalam menangani masalah-masalah yang ada di Negeri ini. Lebih baik masyarakat diajari bagaimana cara mendapatkan keuntungan sendiri dan bahkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat agar tercipta Indonesia yang kaya, kreatif, dan terbebas dari kemiskinan.